Kamis, 09 April 2009

kesehatan

Dalam dunia kedokteran tidak ada istilah `masuk angin`, begitu juga dengan budaya ‘kerokan’. Namun karena sudah turun temurun, hal ini hampir sangat kental di masyarakat. Jika ditilik dari dunia kedokteran `masuk angin` itu dinamakan common cold yang sebabnya bisa dari bermacam-macam virus.

Jadi anggapan `masuk angin` karena banyak keluar malam atau berangin-angin tanpa mantel bisa dikatakan tidak benar. Buktinya tidak semua orang yang banyak keluar malam dan berangin-angin menderita `masuk angin`. Karena memang penyakit ini disebabkan oleh suatu virus penyakit yang akan segera bereaksi jika orang tersebut memang sedang tidak fit, misalnya : telat makan, banyak bergadang, kurang gizi, kelewat letih, berbakat alergi, terlalu lama di udara lembab, atau sedang dalam siklus haid.

Kondisi-kondisi tersebut membuat tubuh rentan oleh virus, jadi bukan karena angin yang masuk ke tubuh. Gejala-gejalanya bisa gatal dan pedih di tenggorokan, bersin-bersin, pilek, badan ngilu dan lesu, dan umumnya tidak demam dan tidak sakit kepala. Jika dibiarkan saja, paling kuat common cold ini bertahan mulai 4-10 hari.

Jika lebih dari itu ada kemungkinan sudah berkomplikasi dengan virus lain. Salah satu tanda yang bisa diketahui adalah cairan ingus yang tadinya putih encer, mulai mengental hingga berwarna kuning kehijau-hijauan. Kalau sudah begini dan didiamkan bisa menjadi penyakit bronkhitis, pneumonia, atau infeksi paru-paru.

Bagi orang di dunia Barat, pengobatan yang biasanya dilakukan adalah meminum sop panas. Sedangkan bagi orang Indonesia, tradisi kerokan, selimutan, minum wedang jahe adalah tindakan yang biasa dilakukan. Kerokan menjadi sangat kontroversial karena walaupun tanpa alasan medis namun menjadi idola obat masuk angin. Sampai akhirnya dilakukan penelitian medis dan hasilnya memang kerokan membuat peredaran darah ke permukaan kulit semakin lancar. Peredaran yang lancar ini membuat pertahanan daerah permukaan dengan sel darah putihnya semakin kuat, maka tak heran jika tubuh menjadi lebih berkeringat dan segar.

Tapi Anda juga perlu hati-hati mengingat kulit mempunyai tingkat kepekaan dan kekebalan sendiri, jika terlalu sering digesek-gesek seperti kerokan dapat merusak jaringan kulit dan membuatnya luka. Kerokan boleh saja asal jangan keseringan, jika Anda terserang common cold atau masuk angin, makanlah yang teratur dan istirahat yang cukup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar